Senin, 28 Mei 2012

Salam...alhamdulillah kali ini saya berbagi bagaimana saya menyelesaikan sebuah lukisan digital, semoga bermanfaat..


Selasa, 17 Januari 2012

Angin pagi


Kenapa judulnya 'Angin Pagi' ? sebab kalau judulnya embun pagi tentu sudah biasa dan banyak sudah orang menafsirkan. Oleh karennya saya pilih angin pagi, Angin pagi rasanya lebih bergairah, tidak saja hembusannya yang dingin dan sejuk namun juga berenergi, bahkan melihat ranting-ranting itu...wah kencang juga tuh anginnya.

Minggu, 08 Januari 2012

pagar


Pagar, adalah batas antara yang dilarang dengan yang dibolehkan. Terserah anda akan memaknai apa lukian ini
(Photoshop, 60 x 30 Cm)

Sabtu, 07 Januari 2012

Jumat, 09 Desember 2011

Fragments

Fragmen, barangkali itulah judul yang tepat untuk lukisan ini. Serpihan saling bersilang dan bertaburan. Kendati begitu, syukurlah bila masih ada harmonisasi dan greget di situ. Lukisan ini saya awali tanpa pretensi apapun. Ia bermula dari sebuah garis dan noktah yang kemudian berkembang dan terus berkembang bagaikan sesuatu yang hidup dan berinteraksi mengikuti gejolak sensasi. dalam batin saya ketika itu.

Rabu, 10 Agustus 2011

Apakah Harus Berkomentar


Mengomentari Lukisan Tak Harus Menjadi Kritikus Seni

Pada dasarnya seniman akan menyukai komentar dari penikmat karyanya. Namun begitu seniman akan lebih menghargai sebuah komentar yang tidak sekadar:  Wah karya ini bagus! Atau “ saya suka banget, wonderfull! Atau “ ih lukisan gak berbobot di pajang di sini” Oleh karenannya berikan sedikit argument pribadi mengapa Anda mengatakan begitu, seberapa pun kadar apresiasi atau pengalaman seni Anda, tak menjadi soal. Sebab komentar Anda (sebut saja: kritik) akan menjadi energy bagi seniman bahkan orang lain sesame penikmat lukisan.
Setiap kita dikaruniai sens of art atau dalam kata lain, bahwa kita semua memiliki fitrah keindahan sebagai karunia Ilahi. Oleh karenannya dalam memberikan kritik tidak harus bergelar kritus seni yang mengetahui blantika seni dan sejarahnya atau jadi seniman terlebih dahulu. Jadi demokratis saja, semua kita punya hak berpendapat dan mengungkapkannya. Sederhananya, katakan saja kenapa Anda menyukai atau tidak menyukai sebuah lukisan, atau ketika menikmati lukisan terbersit sesuatu yang ingin anda sampaikan kepada sang artis, katakan saja secara bebas. Satu hal, cobalah hilangkan perasaan bahwa anda harus mengomentari seluruh elemen lukisan sehingga menjadi beban. Sebab satu dua komentar sederhana atau singkat namun beralasan sudah cukup berarti bagi si pelukis.
Anda tidak perlu takut melukai perasaan si pelukis, sebab apapun yang Anda katakan adalah resiko logis yang harus diterima oleh si pelukis yang justru akan menjadikan obat mujarab baginya. Namun juga perlu kita sadari bahwa si seniman berhak pula menerima atau menolak. Pelukis yang baik akan memberi argument atas semua kritik dan itu adalah haknya.  Sebagaimana kita mengarungi hubungan baik antar sesama manusia, maka selayaknya, sepedas apa pun kritikan atau komentar Anda sampaikanlah dengan adab  sopan santun dan landasi dengan keikhlasan dan kejujuran serta alasan logis.

Nah, sebagai sepanjang yang saya tahu, biasanya bagi kita yang awam, ketika menikmati sebuah lukisan, akan terbersit pertanyaan lukisan “apa” ini dan berusaha menemukan jawabnya. Pada tingkat apresiatif berikutnya, timbul pertanyaan  “gimana nih teknisnya”. Padi tingkat sedikit lebih tinggi : “ kenapa ya pelukis ini melukis seperti itu” begitu seterusnya sampai menelisik kehidupan pribadi dan sejarah si pelukis bahkan membanding-kaitkan dengan fenomena lain-lain sekitar pelukis, dan lukisannya itu. Temuan pengamatan atau lintasan subyektif kita atas jawaban itulah yang akan menjadi esensi komentar kita, dan jujur saja, apapun yang anda tanyakan kemudian menjadi temuan Anda, itulah yang dibutuhkan si pelukis atau penikmat lain dalam memperkaya pengalaman berkesenian.  Dan oleh karena dalam dunia seni (seni murni) unsure subyektif lebih dominan, maka semuanya menjadi sah-sah saja, sepanjang tak keluar dari koridor akhlak dan syariat agama.
Oke, sahabat, bila anda Anda setuju dengan tulisan ini atau  dengan salah satu lukisan, silahkan memberi komentar atau kritik kepada lukisan-lukisan saya. Sepedas atau semanis apapun tetap akan saya kunyah-kunyah kenikmatannya, amalkan juga dengan memberi jempol (fb). Itu saja. Dan bila Anda berminat mendapatkan print lukisan tersebut di atas kanvas, jangan  sungkan menghubngi saya he..he.. Trims ya.



Senin, 15 November 2010

Teknik Melukis Digital

Sahabat, agak lama juga saya tak melukis. Tentu hal itu karena kesibukan saya yang lain ya.. Nah untuk menghilangkan kesan kevakuman, saya sajikan salah satu tutorial, setidaknya bagi para pemula dapat menjadi motivasi. Selanjutnya sahabat bisa cari sendiri tutorial semacam ini dengan tema yang lebih beragam. Ok, silahkan KLIK INI. Dan jangan lupa kembali ke sini ya